Minggu, 18 September 2011

Kemampuan Samsung Galaxy S II






Assalammu'alaikum Wr. Wb.

Pastinya bagi sobat yang emang gadget minded pasti sudah tahu soal Samsung Galaxy S II, kalau belum tahu pasti sobat baru datang dari planet lain (MIB kale…) Samsung Galaxy S II merupakan penerus dari handset Android yang paling populer yaitu Samsung Galaxy S. Samsung Galaxy S II ini mengusung layar 4.3 inch Super AMOLED Plus. Hal tersebut membuatnya lebih tipis, lebih ringan dan lebih cepat jika dibandingkan dengan pendahulunya, selain itu juga tertanam satu set Android 2.3.3 dengan pilihan TouchWiz yang benar-benar bisa meningkatkan kemampuan penggunanya. Galaxy S II ini merupakan kelanjuntan dari ambisi Samsung untuk merebut pasar smartphone. Akan tetapi apakah mampu Galaxy S II ini menggeser semua smartphone yang telah ada di pasar gadget saat ini.

Ingin tahu…bener ingin tahu…kita ikuti dulu pesan-pesan berikut ini…(he..he..kaya’ ustad Nur ya… ). Yang pasti informasi ini cukup menarik, jadi jangan lewatkan informasi yang satu ini. Disimak baik-baik biar ga’ gaptek

Hardware
Samsung Galaxy S II memiliki ketebalan 8.49mm (0,33 inch). Terdapat rumah loudspeaker bagian bawah handset dan di sekitar kompartemen kamera. Dalam mengejar untuk menjadi perangkat yang tertipis, namun masyarakat masih merasa nyaman dengan Sony Ericsson Xperia Arc yang memang terlihat sangat tipis yaitu 8.7mm  hanya selisih  beberapa millimeter dengan Galaxy S II.

Dengan lebar 4,3 inch, pastinya Galaxy S II akan terasa nyaman dalam genggaman jika dibandingkan dengan Xperia Arc, berkat sisi-sisinya melengkung yang dapat memberikan pegangan yang nyaman dan terjamin. Penutup belakang yang bertekstur juga terasa baik untuk disentuh dan dapat lebih tahan terhadap goresan daripada backplate Galaxy S versi sebelumnya, konstruksi featherlight memiliki kontribusi banyak untuk kekuatan keseluruhan dari gadget ini. Tidak seperti Nokia dan HTC yang menggunakan alumunium sebagai kerangkanya, kerangka Galaxy S II sebagian besar masih terbuat dari plastik yang mengelilingi layarnya. 

Layarnya terbuat dari lembar  yang melindungi layar 4.3 inch Super AMOLED Plus bersama dengan batch sensor dan kamera yang menghadap ke depan dan dua tombol  kapasitif Android di bagian bawah. Lubang suara dan tombol Home sedikit mengganggu pandangan pada permukaan kaca yang ramping. Lapisan yang ada pada layer Galaxy S II dapat bekerja dengan baik, dimana dapat menolak noda dan sidik jari tanda jauh lebih baik dari rata-rata smartphone yang ada saat ini. Sebuah volume dan tombol daya berada pada masing-masing sisi dari gadget ini, jack headphone 3.5mm menghiasi bagian atas dan pengisian/port data  mikro-USB berada pada bagian bawah gadget. Semua tombol maupun alat control yang ada dapat berjalan dengan baik.

Display
Layar Galaxy S II tidak kekurangan dari kata spektakuler. Warna hitamnya sangat pekat, warnanya begitu terlihat nyata bagi mata yang memandang dan dilihat dari sudut manapun terlihat sangat bagus. Resolusi layar qHD (960x540) dirubah dengan cepat menjadi 800 x 480 pada Galaxy S II ini. Meskipun sedikit berubah namun tidak menurunkan gambar yang ditampilkannya. Tidak sedikit smartphone yang memiliki LCD yang apabila dimiringkan, maka yang terjadi adalah kemampuan warna yang ditampilkan pada LCD tersebut akan kehilangan warnanya (alias memudar), namun dengan adanya saturasi warna dalam Galaxy SII hal tesebut dapat dikurangi.

Anda dapat mencoba sampai batas kemampuandari gadget ini dengan menonton film atau hanya browsing web, panel yang terdapat dalam layar Super AMOLED Plus pada Galaxy S II tidak akan pernah mengecewakan Anda, yang pasti layarnya lebih baik dari layar smartphone lain yang telah ada dipasar gadget. Samsung sepertinya benar-benar memaksimalkan kemampuan layarnya pada produk Galaxy S II-nya ini.

Banyak orang akan selalu membandingkan smartphone lainnya dengan produk Apple yang memang sudah ga’ diragukan kemampuannya yaitu iPhone 4. Namun kalau soal layarnya, bisa dibilang layar Galaxy S II lebih baik dari gadget keluaran Apple tersebut. Hal ini dikarenakan dengan layar 4.3 inch yang dimiliki Galaxy S II, dapat memberikan begitu banyak ruang untuk bekerja dengan mempergunakan gadget ini. Hampir dibilang mustahil untuk membagi dua jika mengenai hal kualitas outputnya, karena keduanya merupakan gadget yang berkualitas tinggi.



Salah satu kelemahan utama pada Super AMOLED yang dipergunakan pada seri Samsung Galaxy seri sebelumnya adalah pada panel pengaturan Subpiksel matrix PenTile. Pola yang digunakan pada Super AMOLED ini adalah pola  RGBG, di mana terdapat dua subpiksel hijau untuk setiap pasangan warna  merah dan biru, tetapi keseluruhan resolusinya dihitung berdasarkan subpiksel hijau. Ergo, sebuah resolusi PenTile  800 x 480 tidak sekaya subpiksel sebagai layar standar RGB (768.000 vs 1.152.000), sehingga menghasilkan gambar sedikit grainier daripada aslinya. Galaxy S II telah beralih menggunakan pola Real-Stripe RGB pada layar 4.3 inch-nya, hal ini berarti bahwa layarnya benar-benar memiliki secara penuh 1,152 megasubpixel  dan layarnya menjadi terlihat sangat nyata. Terdapat sebuah software pengaturan yang disebut dengan efek Background, dimana ini memungkinkan Anda untuk men-tweak saturasi, jadi jika Anda merasa sedikit melankolis, Anda dapat mengatur intensitas warna handset Anda untuk mencocokkan dengan perasaan Anda. Pada dasarnya, bahwa segala kekurangan yang terdapat pada Super AMOLED telah dikurangi bagian buruknya dan pada Super AMOLED Plus pada Galaxy S II telah ditambahkan lebar layarnya sebanyak 0,3 inch, ini sebagai plusnya.

Terdapat satu aspek yang agak menjengkelkan dari layar Galaxy S II yaitu auto-brightness, dimana ini cenderung untuk terus mencari pengaturan yang tepat dan hal ini terkadang membuatnya melompat antara pengaturan yang lebih gelap dan terang. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga akan lebih nyaman apabila pengaturan kecerahan dari gadget ini dilakukan oleh kita sendiri atau secara manual bukan dengan auto-brightness.

Kemampuan Baterai
Kemampuan baterai dari gadget ini tidak dapat dipisahkan dari kemampuan layarnya. Sebuah panel OLED pada layar 4,3 inch tidak menggunakan satu lampu tunggal seperti pada layar LCD, sehingga tidak hanya menerangi setiap pixelnya namun juga mengaktifkannya untuk menampilkan menu pada layar. Inilah alasannya mengapa warna hitam yang dihasilkannya lebih nyata dari pada panel backlit yang ada pada gadget lainnya, tetapi ini juga memungkinkan bagi  pengguna untuk dapat  mengoptimalkan masa pakai baterai dengan melakukan hal-hal seperti beralih ke wallpaper yang memiliki warna lebih gelap atau membaca ebooks dengan menggunakan latar belakang hitam. Dalam suatu uji gadget yang perna dilakukan, tercatat setelah 20 jam bermain-main internet melalui gadget ini, baterainya berkurang sebesar 15% dari saat setelah melakukan pengisian baterai. Saat melakukan browsing dengan jaringan WiFi dapat berjalan dengan baik sekali

Menggunakan aplikasi Android System Info (tersedia gratis  di Android Market), terdapat konfirmasi bahwa Galaxy S II ini berjalan dengan prosesor dual-core 1.2Ghz ARMv7, tetapi yang lebih penting adalah sistem manajemen daya pada Samsung dapat melakukan tugasnya dengan baik. Apa yang mengesankan pada gadget ini adalah tidak adanya penurunan kecepatan yang mencolok meskipun berjalan pada jaringan berkecepatan rendah. Galaxy S II pada dasarnya memiliki kemampuan yang hampir sama dengan produk HTC yaitu Incredible S dan Desire S terutama pada Intensitas HD video playback juga pada kemampuan jaringan 3G. Jadi dapat dikatakan bahwa Galaxy S II ini memiliki kemampuan yang tidak ketinggalan zaman alias ciamik abis dan mengenai kemampuan baterainya, pastinya sudah memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan seri sebelumnya.


Loudspeaker / lubang suara 
Dengan adanya layarnya yang cantik dalam ponsel ini dapat dapat membuat kita tertarik, memutar video  tanpa menggunakan headphone-pun terasa baik-baik saja. Sebuah lagu dari Tinie Tempah yang berjudul Pass Out, dimana dalam lagu ini didominasi oleh bass yang mendalam dimainkan gadget ini . Dalam pengujian dengan menggunakan lagu tersebut terlihat kelemahan dari gadget ini atau bisa dibilang bahwa ini merupakan suatu kelemahan yang khas dari semua produk smartphone yaitu suara bass kurang keluar saat dimainkan, semoga saja kekurangan ini dapat segera diperbaiki oleh Samsung. Sepasang headphone yang solid dari Samsung, membuat kita dapat mendengarkan audio dan mengisolasi kebisingan yang ada.

Lubang suara berada tepat ditengah dan memiliki kemampuan yang baik, dimana saat coba melakukan panggilan terdengar sangat baik. Hanya saja terdapat beberapa masalah, tetapi sepertinya bukan disebabkan oleh gadget ini namun lebih disebabkan karena kemampuan jaringan HSPA yang ada membuatnya agak terdengar terputus-putus.

Kamera 
Samsung eschews merupakan aplikasi standar untuk kamera Gingerbread, dimana terdapat menu pilihan didalamnya. Pada kolom menu sebelah kiri memberi Anda tiga slot shortcut untuk mengekpoitasi grafik photo Anda. Secara default, dua dari mereka akan diisi dengan tombol untuk pilihan mengganti penggunaan kamera 8 megapiksel  yang menghadap ke belakang, kamera 2 megapiksel yang menghadap ke depan dan satu lagi untuk mengendalikan flash, tetapi itu terserah Anda karena itu dapat melakukan apapun yang Anda suka. Resolusi, ISO, pengambilan video dan mode pemotretan atau penyesuaian seperti white balance, kontras, metering, dan after effect dapat dimasukkan semua di sana. Dan jika Anda menyadari adanya suatu hal yang penting dalam modus video, itu tidak masalah, karena menetapkan shortcut sendiri dimana hal tersebut terpisah dari modus stills.

Ruangan untuk kamera yang terdapat dibelakang gadget ini  telah disesuaikan dengan ukuran kameranya, tetap kecil, hanya sedikit menonjol dari body-nya, disetiap jepretan yang dihasilkannya sangat terperinci. Yang mengesankan dari sensor ini adalah gambar yang dihasilkan pada resolusi penuh terlihat relatif tajam, sepertinya Samsung cukup percaya diri dengan kualitas perangkat keras yang ditanamkan dalam gadget ini sehingga gambarnya tidak blur alias buram. Begitupun dengan gambar closeup, gambar yang dihasilkannya sangat baik pula. Lampu kilatnya merupakan unit LED, sebenarnya cukup mengesankan melihat gadget ini telah menggunakannya. Sayangnya penggunaan dari lampu kilat disini hanyaberfungsi agar fokus pada obyek didekatnya, tidak saat melakukan pemotretan.

Masalah yang nyata dari sensor Galaxy S II ini diperkirakan memiliki dynamic range yang sempit, hal ini berarti bahwa foto-foto yang memiliki kontras pada area gelap dan terang yang tinggi akan mengakibatkan timbulnya bayangan atau sorotan cahaya. Akan tetapi hal tersebut tergantung pada tempat dimana Anda akan mengambil gambar. Keterbatasan yang ada bukanlah masalah yang serius dalam hal kenikmatan pengambilan gambar Anda.

Sebagai video, gambar yang dihasilkan terlihat begitu tajam, meskipun ada obyek yang bergerak cepat pada layar. Anda tidak perlu memaksa diri untuk bergerak cepat dalam mendapatkan gambar yang bagus, karena cara tersebut telah disediakan dalam gadget ini. Selain itu, terdapat pula  sedikit penstabil gambar. Mungkin anda berambisi untuk mendapatkan gambar dengan hasil video HD, Galax S II sepertinya akan membuktikan bahwa kemampuan yang  dimilikinya lebih dari cukup untuk dapat memuaskan Anda.

Saat merekam gambar pada tingkat 1080p, terlihat bahwa Galaxy S II tidak menunjukkan adanya penurunan kemampuan. Kecepatannya dalam pengoperasian pengambilan photo dan video masih terasa cepat seperti pada Galaxy S. Waktu yang dibutuhkan saat masuk ke dalam aplikasi kamera, melakukan pengambilan gambar, kesiapan dalam pengambilan lagi dan saat melakukan perubahan mode kamera menjadi camcorder secara keseluruhan sangat mengagumkan. Hal ini disadari bahwa kinerja mekanik camera memiliki peran yang besar dalam kecepatan merespon keinginan pengguna. Selain itu Samsung juga menyediakan aplikasi photo editor, sehingga memungkinkan Anda untuk meng-crop dan menyesuaikan dengan citra diri Anda. Hal ini mencakup dasar dan memberikan sedikit kesenangan kepada mereka yang suka dalam ber-experiment.


Perangkat Lunak
Pada umumnya gadget ini sangat responsive terhadap perintah-perintah yang diberikan. Perangkat Android-nya berjalan dengan begitu halus, belum pernah ada perangkat yang berbasis Android yang dapat berjalan seperti ini & ini mempengaruhi pengoperasiannya. Dari informasi yang diperoleh dari beberapa media di internet, dari pengujian sistem operasi yang dilakukan diketahui bahwa tidak ada yang dapat melewati standar operasi yang dimiliki oleh Galaxy S II. Kinerjanya saat mencubit layar untuk meng-ekspos sesuatu seperti membuka 7 layar utama. Semua layar terbuka dengan sempurna dengan menampilkan informasi-informasi yang update (penunjuk waktu multiple, berita dan cuaca) hanya saja terlihat sedikit gagap/putus-putus saat menampilkan efek zoom, hal ini disebabkan kinerja memory kelebihan beban.Tidak terlihat adanya pemborosan daya & juga tidak terlihat terjadi nge-jam pada gadget ini saat dilakukan pengujian, hal ini mungkin disebabkan adanya chip Exynos yang ditanamkan didalamnya sehingga semua dapat berjalan begitu smooth & lempeng alias lancar.

Selain dari informasi diatas, mungkin sobat ingin mengetahui kemampuan grafisnya. Dari informasi yang saya kumpulkan bahwa tes yang dilakukan seperti Quadrant dan Neocore dimana dapat menampilkan resolusi asli dari layar gadget ini, tapi yang periu diingat bahwa jangan dilihat ini sebagai perbandingan akan tetapi lihatlah hanya merupakan  indikator saja. Hasil tes Quadrant gadget ini memberikan hasil dikisaran angka 3.000 sampai 3.400, Linpack memberikan hasil rata-rata 47 MFLOPS dan Nenamark serta Neocore, keduanya berada pada kisaran 59.8fps dimana batas kemampuan dari software sebuah handphone adalah sebesar 60fps. Sayangnya sampai dengan saya menginformasikan ini, saya masih belum mendapatkan info mengenai kemampuan maksimum yang dapat dicapai oleh  chip Exynos dual core & Mali-400 grafis yang tertanam dalam gadget ini. Akan tetapi yang pasti adalah gadget ini benar-benar jauh lebih baik dari smartphone yang ada sebelumnya. 

Browser
Dalam hal kecepatan menjelajahnya bisa dibilang hebat, meskipun ada sedikit masalah. Tidak ada masalah dalam hal melihat struktur halaman, semua website yang dilihat terorganisir sesuai seperti aslinya saat dibuat oleh penciptanya. Galaxy S II memiliki navigasi halaman web  yang luar biasa. Halaman web dapat bergulir begitu halus, pinch to zoom sempurna, reorientasi layar dari portrait ke landscape dan kembali lagi dapat dilakukan dalam sekejap

Saat Anda akan mengalami sedikit masalah dalam memutar konten Flash dari sebuah website. Namun jangan khawatir, Anda masih dapat memutarnya dengan cara mencentang sebuah kotak “enable plugins”  untuk mengaktifkannya yang terdapat pada menu browser. Setelah itu Anda akan dapat melihat multiple website dan video secara konsisten dimana sesuai dengan kinerja dari Galaxy S II.


 TouchWiz 4.0
Bagi sebagian orang Android merupakan suatu hal yang sangat familier, jadi kita langsung saja kepada Android 2.3.3 yang diciptakan oleh Samsung sebagai dasar pilihan OS dari Galaxy S II dimana menjadikannya OS terbaru, yang disebut TouchWiz 4.0.
 
Kita mulai dengan sesuatu yang disebut dengan pengunci layar (lock screen). Pengunci layar pada Galaxy S II memiliki hal yang berbeda, dimana hal ini juga hampir sama dengan yang dimiliki oleh OS HTC yaitu Sense 3.0 akan tetapi tidak memiliki fungsi yang mengagumkan. Sebuah tab kecil yang berada pada sisi layar gadget ini sebagai penanda adanya panggilan tak terjawab & sms masuk saat gadget ini terkunci, Anda dapat melihat panggilan tak terjawab atau membaca sms yang masuk dengan membuka kuncinya, dimana akan langsung membuka sms yang masuk atau ke panggilan tak terjawab yang memang memerlukan perhatian anda. Terdapat pilihan saat Anda menerima panggilan telepon yaitu menerimanya, menutup atau menolaknya dengan sebuah pesan teks, pilihan menu pilihan ditampilkan dengan model slide-up. Bila Anda ingin melakukan panggilan dengan mencari nama, cukup dengan menggeser ke kanan pada nama yang ada pada daftar kontak, maka gadget ini akan berinisiatif untuk melakukan panggilan, namun saat digeser ke kiri akan memulai komposisi teks. Setiap kontak yang ada dilengkapi dengan catatan komunikasi yang pernah dilakukan antara Anda & orang tersebut, juga menyediakan pengingat kapan terakhir Anda menghubungi sahabat Anda.

Dengan menekan tombol Home yang lama, akan membawa Anda pada enam aplikasi yang paling sering dipakai berikut berbagai Task Manager yang terdapat didalamnya. Memasuki Task Manager itu membuat anda dapat melihat aplikasi yang aktif beserta berapa RAM & CPU yang dikonsumsi oleh aplikasi yang aktif tersebut, juga terdapat pilihan untuk menutup aplikasi bila Anda merasa sudah tidak memerlukannya lagi & menyimpan sisa memory yang tidak terpakai lagi. Sebagi informasi saja, bahwa memory yang terdapat dalam gadget ini adalah sebesar 1GB. Tersedia juga Program Monitor untuk homescreen Anda dimana dapat menampilkan jumlah aplikasi yang aktif pada waktu tertentu & menyambungkan Anda ke menu Task Manager yang sama. Melihat fluktuasi aplikasi yang dipakai, serta kita dapat melihat gadget ini dapat secara selektif menon-aktifkan beberapa aplikasi saat kita membuka sejumlah program. Akan tetapi itu tidak akan membuat kita kehilangan data atau harus me-restart aplikasi, jadi apapun yang dilakukan menajemen gadget ini, pastinya dilakukan dengan sangat bijaksana.

Guna kemudahan penggunanya, maka Samsung membenamkan 3 sensor gerak yang disebut trifecta dalam Galaxy S II ini. Sensor yang pertama, bagi pengguna HTC Sense mungkin akan merasa familier dengan fungsi ini dimana dengan membalikkan gadget ini menghadap ke lantai akan menghentikan sementara/pause semua suara, baik itu suara tanda panggilan masuk maupun media player lain yang terdapat didalam gadget. Namun implementasinya tidak seperti HTC, dimana memiliki kencenderungan untuk tidak menjadikannya sebagai keunggulan & menjadi terlewatkan. Fitur “Turn Over” dari Samsung ini dapat bekerja tanpa batasan waktu. Sepertinya pilihan ini menggabungkan gerakan fisik dengan respon dari software untuk menjauhkan sumber suara dari Anda atau dengan kata lain mematikan semua suara audio. Gadget ini melakukannya seperti sesuatu yang alami & juga terasa bahwa gadget ini tahu apa yang harus dilakukannya.
 


Dua sensor gerak lainnya benar-benar sesuatu yang baru dalam teknologi smartphone & bagi pengguna Galaxy S II pastinya bisa pamer kepada siapa saja (jadi kepengin punya khan).Tilt-zoom memberikan cara baru bagi Anda untuk memperbesar gambar dalam aplikasi galeri photo & browser, dimana Anda cukup memiringkan gadget ini keatas untuk memperbesar gambar atau kebawah untuk mengecilkannya. Ini dapat diaktifkan dengan cara menempatkan dua jari Anda dilayar secara bersamaan & dengan dilengkapinya penyesuaian sensitifitas bagi pengguna sehingga gadget ini dapat menampilkan gambar sesuai keinginan dari penggunanya. Jika Anda tidak ingin menggunakan cara Tilt-zoom, Anda dapat melakukan zoom dengan cara mencubitnya alias pinch to zoom. Jadi banyak cara untuk melakukan zoom, apapun caranya itu merupakan suatu kesenangan untuk Anda. Selain cubit-mencubit untuk memperbesar gambar, Samsung memberikan sensor gerak dimana sensor ini mempermudah pengguna untuk mengorganisir layar utama/homescreen gadget ini. Samsung memiliki ide cemerlang dengan menggunakan accelerometer untuk mengenali gerakan & gadget ini bereaksi terhadap gerakan pengguna melalui layar utama.

Keyboard layar yang dimiliki Galaxy S II sungguh hebat, karena memungkinkan kita untuk dapat mengetik dengan cepat & text yang muncul hampir tidak memakan waktu yang lama. Samsung tidak begitu membagakan mengenai pencapaiannya ini, karena ini merupakan suatu kreasi ulang dari tombol standar yang hampir sama dengan yang dimiliki Gingerbread. Perusahaan Korea telah memilih untuk menyertakan sebuah tombol input suara yang ditempatkan pada tanda koma, dimana sekarang telah berbaur dengan seluruh tanda baca/angka yang terdapat pada mode keyboard sekunder. Beberapa orang mungkin akan kurang suka dengan adanya perubahan fungsi pada tombol koma, namun hal ini dilakukan oleh Samsung dikarenakan pada 2 dari iklan peluncuran gadget ini lebih difokuskan pada kemudaan penggunaan fitur Voice Talk dalam melakukan komunikasi melalui handsfree. Kelemahannya adalah bahwa saat menggunakan menu Vlingo, dimana menu ini yang mendukung Voice Talk agak membuat frustasi bila dibandingkan dengan menu lainnya. Menu Home telah diberikan prioritas dimana dengan hanya melakukan double tap dimanapun saat anda berada pada gadget ini.

Selain berjibun keunggulan konektifitas dari Galaxy S II ini, terdapat menu lain miliki gadget ini seperti game, musik, bacaan dan sosial network. Terdapat e-book yang dapat dibaca untuk membunuh waktu yang luang, pada pilihan game tidak ada yang berbeda selain mencari-cari game di Android Market, saat tersambung pada menu music anda langsung disuguhi dengan penawaran penjualan barang tanpa memberikan alasan kuat untuk dapat langsung lompat ke toko musik online & yang terakhir adalah sosial network, pada menu ini mencoba memberikan kenyamanan bagi Anda untuk dapat mengatur semua pesan, email & anggota atau sahabat. Dalam pengembangan Android alat kontrol yang tersentralisasi seperti ini merupakan hal yang sangat berguna, namun pada aplikasi Gmail & Gtalk telah menyediakan  menu guna menyelesaikan masalah yang terjadi bagi para penggunanya, sementara para klien yang mempergunakan Twitter sebagai platformnya telah cukup matang dalam menangani masalahnya sendiri.
Samsung menambahkan sharing melalui DLNA, dimana hal ini dibuat begitu mudah dengan adanya plikasi AllShare & jika Anda menggunakan Windows PC, Anda dapat menjelajah/browsing melalui perangkat ini untuk melihat toko music, video & gambar. Seluruh proses ini dapat berjalan dengan mulus dalam jaringan nirkabel. 3 icon pertama yang terdapat dibawah dapat disesuaikan dengan mengakses menu aplikasi dan memilih untuk mengedit pengaturannya. Anda dapat merubah tampilan icon menjadi sebuah daftar pada setiap halaman secara manual. Tampilan apapun pada layar Galaxy S I dapat diubah dengan menekan tombol Home & power secara bersamaan. Samsung mempertahankan ringtone yang memiliki bunyian aneh, bagi sebagian orang yang mendengar mungkin akan merasa sangat tertanggun dengan hal tersebut. Namun terdapat pula nada yang nyaman ditelinga seperti nada Cassiopeia, dimana nada ini terdengar seperti versi lambat dari cuplikan dari music yang terdapat dalam Metal Gear Solid.


Ringkasan
Gadget ini memiliki berbagai spesifikasi &  fitur yang menonjol, dengan Galaxy S II Anda dapat dengan mudah melakukan ringkasan pada aplikasi yang ada di dalamnya. Gadget ini memang belum menjadi  smartphone Android yang terbaik, akan tetapi yang terpenting adalah gadget ini akan menjadi smartphone terbaik dalam periode ini. Dengan ukuran layar 4,3 inch yang dimilikinya, tidak semua orang merasa nyaman atau cocok, tidak perduli seberapa tipis gadget ini. Namun jika sobat ingin memiliki smartphone yang tidak memiliki keterbatasan external, untuk saat ini pilihan sobat adalah Galaxy S II. Dengan begitu banyak kelebihan yang dimiliki, pantas bagi sobat yang memang menginginkan kecepatan dalam akses untuk memilih gadget ini.

Ok..sobat semua demikian informasi Galaxy S II dari saya, semoga informasi ini memuaskan dahaga akan gadget sobat semua. Tetap semangat ya…dan jangan luga untuk tetap berkunjung di blog ini dan dapatkan informasi-informasi yang saya berikan & jangan luga ada info baru dari saya soal Bisnis Gratis. Ini saya batasi hanya untuk Traffic Exchange dan Paid To Click dan pastinya GRATIS serta menghasilkan pendapatan yang bisa jadi tanpa batas, jadi jangan dilewatkan. Atau sobat bisa langsung berkunjung di www.hotclick2earn.blogspot.com untuk lihat situs-situs yang dapat menghasilkan uang secara gratis.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat

Wassalammu’alaikum Wr. Wb. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...